Loading...

Wednesday, February 1, 2012

Bersyukur kepada Allah




[DOA] mOhOn dijadikan hamba yang beRsyukuR
Mei 14, 2008 — oRiDo™

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin..”

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. An-Naml : 19)


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“..Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin..”

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

Firman Allah SWT:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 152)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 172)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran, 3 : 145)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 14 : 7)

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nahl, 16: 18).

“Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml, 27 : 40)

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash, 28 : 73)

“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabuut, 29 : 17)

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.s. Luqman, 31 : 12)

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

tiga puluh satu kali Allah SWT menyatakan hal ini dalam Al-Qur’an…

aRtikelteRkait:

[DOA] tatkala mengalami kesedihan
[HOTD] susah & sabaR
[HOTD] beRinfak
[HOTD] bencana
[HOTD] Rizki daRi aRah tak teRkira
[HOTD] musibah dan dOsa
alhamdulillah
Link:
[Allah menambahkan nikmatnya kepada ORang yang bersyukuR]
http://remaja4istiqomah.wordpress.com/bersyukur-kepada-allah/

Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah.
Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri. Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah.
Mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda kedekatan dan kecintaan seseorang kepada Allah.
Orang-orang yang bersyukur memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikaruniakan Allah.
Orang yang tidak mensyukuri nikmat hanya akan melihat cacat dan kekurangan, bahkan pada lingkungan yang sangat indah, sehingga ia akan merasa tidak berbahagia dan tidak puas, maka Allah menjadikan orang-orang seperti ini hanya menjumpai berbagai peristiwa dan pemandangan yang tidak menyenangkan. Akan tetapi Allah menampakkan lebih banyak nikmat dan karunia-Nya kepada orang-orang yang ikhlas dan memiliki hati nurani.
Mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit.
Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut.
Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.
[kedahsyatan bersyukuR]
http://www.amarullahfatimah.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=126

Salah satu Kedahsyatan kalimat syukur bisa kita lihat di hasil penelitian Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan jepang, dimana ketika sebuah air di beri ucapan kalimat syukur, terima kasih, maka molekul airnya membentuk sebuah kristal-kristal yang indah dan mempesona..padahal tubuh manusia 75% terdiri dari air, Otak 74,5% air, Darah 82% air, Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Betapa dahsyatnya tubuh manusia ketika setiap detiknya, menitnya dan jamnya selalu dihiasi dengan kalimat syukur Alhamdulilah…?
Bersyukur merupakan salah satu kunci utama untuk sukses. J.R.Murphy, penulis buku Your Infinite power to be rich mengatakan: seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam satu kata: Syukur!
Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas mengatakan: kalau anda ingin sukses, maka bersyukurlah lebih keras!
Ada satu lagi resep dari Rasulullah agar kita bisa bersyukur dengan nikmat yang Alloh berikan yaitu : Selalu melihat orang yang dibawah kita dan jangan melihat yang diatas kita, karena dengan meihat mereka yang taraf hidupnya dibawah kita, otomatis kita akan teringat dengan apa yang sudah kita miliki, sedangkan bila melihat yang taraf hidupnya diatas kita, maka kita akan selalu membayangkan apa yang belum kita miliki , walhasil kita akan hidup terus dalam angan-angan dan lamunan yang tidak jelas batas akhirnya, ingat mendingan kita makan singkong tapi beneran daripada makan roti tapi mimpi, betulkan?
[tiga caRa beRsyukuR]
http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=164

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.
Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.
Tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kedua, bersyukur dengan ucapan. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan.
Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan.
[menjadi pRibadi yang beRsyukuR]
http://dhika.cikul.or.id/2008/03/12/menjadi-pribadi-yang-bersyukur/

Bekerja yang dilakukan oleh nabi Daud tentunya bukan atas dasar tuntutan atau desakan kebutuhan hidup, karena ia seorang raja yang sudah tercukupi kebutuhannya, namun ia memilih sesuatu yang utama sebagai perwujudan rasa syukurnya yang tiada terhingga kepada Allah swt.
Ibnul Qayyim merumuskan tiga faktor yang harus ada dalam konteks syukur yang sungguh-sungguh, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.
Sehingga bentuk implementasi dari rasa syukur bisa beragam; shalat seseorang merupakan bukti syukurnya, puasa dan zakat seseorang juga bukti akan syukurnya, segala kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah implementasi syukur. Intinya, syukur adalah takwa kepada Allah dan amal shaleh seperti yang disimpulkan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.
Az-Zamakhsyari memberikan penafsirannya atas petikan ayat, “Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah” bahwa ayat ini memerintahkan untuk senantiasa bekerja dan mengabdi kepada Allah swt dengan semangat motifasi mensyukuri atas segala karunia nikmat-Nya. Ayat ini juga menjadi argumentasi yang kuat bahwa ibadah hendaklah dijalankan dalam rangka mensyukuri Allah swt.
Pemahaman Rasulullah saw akan perintah bersyukur yang tersebut dalam ayat ini disampaikan kepada sahabat Mu’adz bin Jabal ra dalam bentuk pesannya setiap selesai sholat, “Hai Muaz, sungguh aku sangat mencintaimu. Janganlah engkau tinggalkan setiap selesai sholat untuk membaca do’a, “Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berzikir (mengingatiMu), mensyukuri (segala nikmat)Mu, dan beribadah dengan baik”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i).
Ciri lain seorang hamba yang bersyukur secara korelatif dapat ditemukan dalam ayat setelahnya bahwa ia senantiasa memandang segala jenis nikmat yang terbentang di alam semesta ini sebagai bahan perenungan akan kekuasaan Allah swt yang tidak terhingga, sehingga hal ini akan menambah rasa syukurnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
[nikmat kaRena beRsyukuR]
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Opini&id=33278

Lazimnya apabila mendapat nikmat berupa rezeki yang tidak diduga duga, lulus ujian, pangkat naik, dapat jabatan empuk, memenangkan tender, dan hal hal lain yang menggembirakan orang mengucapkan “Alhamdulillah” kemudian sujud syukur. Itu sudah bagus. Tapi agaknya masih belum umum dilakukan orang, aktualisasi dari rasa syukur itu, misalnya dengan melaksanakan sepotong ayat ” Dan terhadap nikmat Allah itu hendaknya engkau sebar luaskan” ( Ad Dhuha 11 ). Maknanya nikmat yang diperolehnya, ikut juga dirasakan oleh orang lain, berupa zakat atau infak, sedekah. Kemudian ibadah ritualnya menjadi lebih meningkat, misalnya dengan melaksanakan salat Dhuha, membaca Al-Quran dan salat tahajjut.
Kunci pembuka nikmat bahagia itu kilah K.H. Abdullah Gymnastiar, ialah bernama Syukur. Maknanya siapapun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapan dapat menikmati hidup ini dengan benar. Pantaslah kalau dai kondang muda, pemimpin salah satu majelis zikir di Depok Jakarta, Drs. H. m. Arifin Ilaham yang baru baru ini berkunjung ke pontianak berkata ” Hidup adalah sorga kalau orang mampu bersyukur.”.
Benarlah penegasan Rasulullah SAW., “Sedikit harta, tetapi mampu kamu syukuri lebih baik daripada banyak harta tetapi tidak mampu kamu syukuri” ( Al Hadis ). Dan sejak awal Tuhan telah berfirman ” Siapa yang bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” ( Ibrahim 7).
[amal shalih membantu mendatangkan kebeRkahan]
http://www.almanhaj.or.id/content/2415/slash/0

Keberkahan juga bisa diraih berkat beberapa amal shalih berikut: [1] Mensyukuri Segala Nikmat, [2] Membayar Zakat (Sedekah), [3] Bekerja Mencari Rizki Dengan Hati Qona’ah, Tidak Dipenuhi Ambisi dan Tidak Serakah, [4] Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa, [5] Menyambung Tali Silaturahmi, [6] Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal, [7] Bekerja Saat Waktu Pagi.
[syukuR]
http://d1ah.com/syukur/

Keutamaan syukur disebutkan dalam hadis, seperti sabda Rasulullah SAW, yang artinya : orang yang makan dan bersyukur menyerupai orang berpuasa yang bersabar. Syukur wajib kita panjatkan kepada yang memberi hidup ini, yang mengatur segala urusan atas segala limpahan rahman dan rohimNya.
Syukur tidak hanya harus kita panjatkan setelah kita mendapatkan nikmat dan karuniaNya sewaktu doa-doa kita sudah terkabul. Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas syukur wajib kita ucapkan pada saat kita memanjatkan doa permohonan kita kepada sang Ilahi. Jadi sebelum doa itu dikabulkan. Disitu dia mengatakan 3 syarat doa yang efektif (maksudnya: mudah dikabulkan) adalah : 1. MINTA : dengan niat yang jelas, 2. YAKIN : percaya yang diinginkan terkabul dan 3. TERIMA : bersyukur menerima terkabulnya doa kita.
[antaRa si kaya yang beRsyukuR dan si fakiR yang beRsabaR]
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=143

Dan diantaranya adalah bahwa kaum fuqara’ akan masuk kedalam syurga mendahului kaum kaya setengah hari (sebelum mereka), setengah hari sebanding dengan 500 tahun (waktu di dunia). Dan terdapat riwayat dengan 40 kali musim gugur. Sehingga kaum kaya muslimin berangan-angan bahwa seandainya mereka dahulu termasuk kaum fuqara’. Adapun tentang masuknya kaum fuqara’ kedalam syurga, maka tidak serta merta hal tersebut menunjukkan berkurangnya derajat si kaya, bahkan bisa jadi si kaya yang belakangan masuk syurga, lebih tinggi derajatnya daripada si fakir yang mendahuluinya masuk syurga.
Keutamaan-keutamaan bersedekah telah diketahui besarnya dan manfaatnya tidak terhitung jumlahnya. Dan inilah diantara buah si kaya yang bersyukur”.
[maRi belajaR beRsyukuR]
http://www.hudzaifah.org/Article136.phtml

Begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Nikmat iman, sehat, penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dll) serta nikmat-nikmat lain yg tak terkira. Namun dengan sekian banyaknya nikmat yang Allah berikan sering kali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak bersyukur. Na’udzubillahi min dzalik.
Syukur diartikan dengan memberi pujian kepada yg memberi nikmat dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa ma’ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya.
Kita harus berusaha menerapkan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap aktivitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturanNya. Kerusakan yang sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari kita. Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita mulai diri dan keluarga kita, belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai menjadi balasan siksa karena kufur akan nikmatNnya. Mulailah untuk sering melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih banyak mengatakan “Alhamdulillah“.
[isteRi haRus banyak beRsyukuR dan tidak banyak menuntut]
http://www.almanhaj.or.id/content/2319/slash/0

Setiap mukmin dan mukminah diperintahkan untuk bersyukur karena dengan bersyukur, Allah akan menambahkan rizki yang telah Dia berikan kepadanya.
Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya. Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.
Sekali (saja) suami tidak berbuat baik kepada si isteri, maka dilupakan seluruh kebaikannya selama satu tahun. Itulah yang disebut kufur.
[syukuR, kegembiRaan, Rendah hati, kemuRahan dan kedeRmawanan]
http://www.almanhaj.or.id/content/2211/slash/0

Orang yang beriman kepada qadar mengetahui bahwa segala kenikmatan yang dimilikinya berasal dari Allah semata dan bahwa Allah-lah yang menolak segala hal yang dibenci dan penderitaan, lalu hal itu mendorongnya untuk mengesakan Allah dengan bersyukur. Jika datang kepadanya sesuatu yang disukainya, maka dia ber-syukur kepada Allah karenanya, karena Dia-lah Yang memberi nikmat dan karunia. Jika datang kepadanya sesuatu yang tidak disenanginya, dia bersyukur kepada Allah atas apa yang telah ditakdirkan kepadanya, dengan menahan amarah, tidak mengeluh, memelihara adab, dan menempuh jalan ilmu. Sebab, mengenal Allah dan beradab kepada-Nya akan mendorong untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang disenangi dan yang tidak disenangi, meskipun bersyukur atas hal-hal yang tidak disenangi itu lebih berat dan lebih sulit. Karena itu, kedudukan syukur lebih tinggi daripada ridha.
Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, “Kegembiraan adalah kenikmatan, kelezatan dan kesenangan hati yang paling tinggi, maka kegembiraan adalah kenikmatannya sedangkan kesedihan adalah adzabnya.“
Gembira kepada sesuatu adalah melebihi ridha kepadanya, karena ridha adalah ketentraman, ketenangan, dan lapang dada, sedangkan kegembiraan adalah kelezatan, kesenangan, dan suka cita. Setiap orang yang gembira adalah orang yang ridha, tapi tidak semua orang yang ridha adalah orang yang bergembira. Karenanya, kegembiraan lawannya adalah kesedihan, sedangkan ridha lawannya adalah kebencian. Kesedihan menyakitkan orangnya, sedangkan kebencian tidak menyakitkannya, kecuali bila disertai kelemahan untuk membalas.
Jika manusia bertawadhu’ kepada Allah Azza wa Jalla, maka kemuliaannya sempurna, nilainya tinggi, keutamaannya mencapai puncaknya, kewibawaannya tinggi di hati manusia, dan Allah menambahkan kemuliaan serta derajat besar kepadanya. Karena barangsiapa yang bertawadhu’ kepada Allah, maka Dia meninggikannya. Dan jika Allah telah meninggikan derajat seorang hamba, maka siapakah yang dapat merendahkannya? Sebaik-baik akhlak pemuda dan yang paling sempurna ialah ketawadhu’annya kepada manusia padahal derajatnya tinggi.
Orang yang beriman kepada qadar mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah-lah Yang memberi rizki dan menentukan penghidupan di antara para makhluk, sehingga masing-masing mendapatkan bagiannya. Tidaklah mati suatu jiwa pun sehingga sempurna rizki dan ajalnya, dan tidaklah seseorang menjadi fakir, kecuali dengan takdir Allah Azza wa Jalla.
[caRa membuat kita mengeRti beRsyukuR]
http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2007/11/30/cara-membuat-kita-mengerti-bersyukur/

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.?”
[beRsyukuR sepanjang waktu]
http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b03002316-bersyukur-sepanjang-waktu.htm

Di tengah musibah yang menyedihkan tersebut pamanku masih bisa bersyukur. Ia bersyukur karena pasar tidak dibakar seperti banyak terjadi di beberapa pasar yang lain. Dengan tidak dibakar, beberapa barang yang masih bisa dijual, bisa diselamatkan. Tak terbayang jika pasar dibakar secara tiba-tiba, tentu kerugian akan berlipat karena barang dagangan yang ada akan lenyap menjadi abu.
Ada dua pelajaran yang kupetik dari kejadian yang menimpa pamanku tersebut. Pertama, bersyukur hendaknya dilakukan sepanjang waktu. Bersyukur di kala mendapat kenikmatan adalah hal biasa dan memang seharusnya demikian adanya. Tetapi bersyukur di kala mendapat musibah, adalah hal yang luar biasa. Hanya orang yang ridha terhadap qadha dan takdir Allah-lah yang bisa demikian. Kedua, syukur akan nampak jika hamba mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk ‘seharusnya’ terjadi pada dirinya. Pamanku masih bisa bersyukur karena mampu membayangkan kondisi yang lebih buruk tersebut, yaitu seandainya kiosnya terbakar.
…Bersujud kepada Allah, Bersyukur sepanjang waktu, Setiap napasmu seluruh hidupmu, Semoga diberkahi Allah… (Opick)

Fabiayyi aalaa rabbikumaa tukadzdzibaan?…
Share on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright Kumpulan Hikmah 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all