Header Ads

Sekelumit Tentang Ummu Salamah

Ummu Salamah ∗
Abu Aisyah
21 Mei 2004

Nama Dan Nasabnya 
Dia adalah Ummul Mu'minin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar Al-Makhzumiyyah. Bapaknya dikenal dengan julukan Zadur Rookib (bekal pengendara) karena kedermawanannya, jika dia bepergian dia tidak pernah memberatkan para pengiringnya di perjalanan karena dia selalu menanggung biaya perbekalan mereka. Ibunya adalah 'Atikah bintu 'Amir Al-Kinaniyyah. Dia adalah sepupu Kholid bin Walid si pedang Allah. Ummu Salamah termasuk para wanita yang berhijrah pada awal Islam.

Sifat-Sifatnya
Dia termasuk golongan wanita yang cantik dan mulia nasabnya. Tergolong wanita yang jernih pikirannya dan cerdas akalnya. Dikenal tegar dan sangat memperhatikan keluarganya. Terhitung juga seorang ulama dari kalangan shohabiyyat. Pernikahannya Dengan Rasulullah Ketika Abu Salamah hijrah ke Habasyah, Ummu Salamah ikut menyertainya, kemudian keduanya hijrah ke Madinah, dikatakan bahwa keluarga Abu Salamah adalah rombongan hijrah yang pertama kali datang di Madinah.

∗Disalin dari majalah Al Furqon 03/III hal 47 - 48.

Rasulullah sangat mencintai Ummu Salamah, ketika Abu Salamah meninggal dengan sebab luka maka Rasulullah datang ke rumahnya, beliau memejamkan kedua mata Abu Salamah seraya berkata, Sesungguhnya ruh itu jika dicabut diikuti oleh mata. Maka menjeritlah sebagian dari keluarganya. Maka bersabdalah Rasulullah, Janganlah kalian mendoakan pada diri-diri kalian melainkan kebaikan, karena sesungguhnya para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan."

Kemudian beliau berdo'a,

"Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya di golongan orangorang yang mendapat petunjuk, berilah pengganti yang baik di keturunannya pada orang-orang yang ditinggalkannya, ampunilah kami dan dia wahai Rabb semesta alam, lapangkanlah baginya di kuburnya, dan terangilah di dalamnya!" 1

Kemudian Rasulullah datang meminang Ummu Salamah, ketika itu Ummu Salamah berkata, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang lanjut usia, aku juga memiliki banyak anak yang masih kecil, aku ini adalah wanita yang sangat pencemburu sedangkan engkau punya banyak istri." Maka Rasulullah bersabda, Adapun usia maka aku lebih tua darimu, adapun tanggunganmu maka itu adalah tanggungan Allah, adapun sifat pencemburu maka aku akan berdo'a kepada Allah agar menghilangkannya".

Maka kemudian keduanya menikah. 2 Dari Ummu Salamah dia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda, 1 Shahih Muslim 2/634/920. 2 Muttafaqun 'Alaih.

"Tidak ada seorang muslim yang ditimpa musibah kemudian mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah, Kita adalah milik Allah dan kepadaNyalah kita akan kembali. Ya Allah berikan pahala bagiku dalam musibahku dan berikan pengganti bagiku yang lebih baik darinya, melainkan akan diberikan ganti yang lebih baik darinya oleh Allah. Berkata Ummu Salamah: Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata; "Siapakah dari kaum muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah, keluarga pertama yang hijrah kepada Rasulullah? Kemudian aku katakan do'a itu, maka Allah jadikan Rasulullah sebagai pengganti bagiku." 3

Keutamaan-Keutamaannya Di antara hal yang menunjukkan keutamaan Ummu Salamah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Salman bahwasanya ketika Ummu Salamah di sisi Rasulullah, datanglah Jibril berbincang-bincang dengan Rasulullah. Ummu Salamah melihat Jibril saat itu dalam bentuk seorang manusia yang serupa dengan Dihyah Al-Kalbi. 4 Ummu Salamah dikenal sebagai seorang wanita yang sangat memperhatikan keluarga dan anak-anaknya. Ketika Rasulullah meminangnya, dia awalnya menolak dengan alasan ingin berkonsentrasi merawat anak-anaknya yang masih kecil, di saat pernikahannya dengan Rasulullah diapun tidak pernah melupakan keluarganya, sebagaimana dikatakan oleh Muthallib bin Abdullah bin Hanthob,

 "Saat perkawinannya dengan Rasulullah jadilah Ummu Salamah di awal malam dia menumbuk tepung untuk makanan anak-anaknya." 5 Peran Ummu Salamah di dalam Perjuangan Rasulullah. Peran Ummu Salamah di dalam perjalanan da'wah Rasulullah nampak nyata di saat terjadinya perjanjian Hudaibiyyah antara kaum muslimin dengan musyrikin Quraisy 3 Shahih Muslim 2/631/918. 4 Shahih Muslim 16/ 6-7. 5 Siyar A'lam Nubala' 2/205. pada tahun 6 Hijriyah.

Waktu itu Rasulullah dan para sahabat berjumlah 1400 orang berangkat ke Makkah hendak menunaikan umrah. Untuk menjaga kemungkinan adanya gangguan dari kaum Quraisy, Rasulullah memerintahkan para sahabat membawa senjata. Ketika kaum musyrikin Quraisy mendengar keberangkatan kaum muslimin, mereka merasa berang dan menyiapkan pasukan untuk menghalangi kaum muslimin dari masuk ke Makkah. Kemudian terjadilah perundingan antara Rasulullah dengan delegasi musyrikin Quraisy yang menghasilkan perjanjian Hudaibiyyah 6 . Di antara isi perjanjian tersebut adalah:
  • Para sahabat secara umum sangat marah dan tidak setuju terhadap isi perjanjian tersebut,
  • Kaum muslimin harus kembali ke Madinah membatalkan umroh mereka saat itudengan mengganti pada tahun berikutnya.
  • Terjadi gencatan senjata antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin selama sepuluh tahun terhitung sejak terjadinya perjanjian ini.
  • Jika ada penduduk Makkah yang datang ke Madinah menyatakan keislamannya maka harus dikembalikan ke Makkah oleh kaum muslimin
  • Jika ada penduduk Madinah yang datang ke Makkah memihak Quraisy maka harus kaum musyrikin tidak berkewajiban mengembalikan mereka ke Madinah. karena mereka melihat bahwa perjanjian tersebut sangat merugikan kaum muslimin dan menguntungkan kaum musyrikin, sampai-sampai ketika Rasulullah memerintahkan para sahabat agar menyembelih binatang-binatang kurban mereka dan mencukur sampai bersih rambut-rambut mereka, tidak ada satu pun dari mereka yang melakukannya, hingga ketika Rasulullah mengulang perintah tersebut sampai tiga kali, tetapi mereka tidak juga melakukannya.
Maka pergilah Rasulullah mendatangi Ummu Salamah dan mengeluh karena para sahabat tidak mau melaksanakan perintahnya untuk menyembelih binatang kurban dan menggundul rambut mereka.
Maka berkatalah Ummu Salamah, 6Perjanjian Hudaibiyyah ini meskipun kelihatannya merugikan kaum muslimin tetapi kenyataannya sangat menguntungkan kaum muslimin, karena dengan perjanjian ini naiklah prestise kaum muslimin di mata orang-orang Arab selain Quraisy. Kemudian kaum muslimin leluasa berda'wah kepada qabilah-qabilah di sekitar Madinah tanpa khawatir mengalami rintangan dari kaum musyrikin.
"Wahai Nabiyullah! Jika engkau menghendaki mereka melakukannya makakeluarlah engkau kepada mereka, janganlah engkau berbicara dengan seorangpun di antara mereka sampai engkau menyembelih sendiri binatang sembelihanmu dan engkau gundul rambutmu!"

Maka beranjaklah Rasulullah menyembelih binatang sembelihannya dan menggundul rambutnya. Ketika para sahabat melihat hal itu, maka beranjaklah para sahabat menyembelih binatang-binatang sembelihan mereka dan saling menggundul kepala mereka seakanakan mereka saling membunuh karena sedih dengan isi perjanjian tersebut. 7 Al-Ha dz Ibnu Hajar berkata, "Hadits ini menunjukkan atas bolehnya bermusyawarah dengan seorang wanita yang mulia, dan menunjukkan tentang keutamaan Ummu Salamah dan kejernihan pemikirannya."

Sampai-sampai Imamul Haramain berkata, "Kami tidak pernah melihat seorang wanita mengusulkan sesuatu kemudian menepati kebenaran kecuali Ummu Salamah!" 8 Peran Ummu Salamah Di dalam Penyebaran Sunnah-Sunnah Rasulullah Ummu Salamah sangat banyak meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah, di antara para perawi yang meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah adalah kedua anaknya: Umar dan Zainab; Ibnu Abbas, Abu Said, Abu Hurairah, dan banyak lagi dari kalangan sahabat dan tabi'in. Hadits-hadits yang datang dari jalan Ummu Salamah ada 378 hadits, yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ada 29 hadits. 9

Wafatnya
Ummu Salamah adalah istri Rasulullah yang meninggal paling akhir, dia diberi umur yang panjang oleh Allah sampai saat terbunuhnya Husain pada tahun 61 Hijriyyah. Beliau pingsan ketika mendengar berita terbunuhnya Husain dan sangat sedih, tidak lama kemudian dia meninggal. Dia meninggal dalam usia 90 tahun dan dimakamkan di pekuburan Baqi'. Semoga Allah meridhoinya dan menempatkannya dalam keluasan JannahNya. 7 Shahih Bukhari 5/391 8 Fathul Bari 5/409. 9 Siyar A'lamin Nubala 2/210. Rujukan • Thobaqoh Kubro oleh Ibnu Sa'd (8/86 - 96) • Siyar A'lamin Nubala oleh Adz-Dzahabi (2/201 - 210) • Al-Ishobah oleh Ibnu Hajar (8/150 - 152) • Al-Isti'ab oleh Ibnu Abdul Barr (4/1920 - 1921) Didownload dari http://www.vbaitullah.or.id Illustrasi image courtessy of http://islamidia.com

No comments

Powered by Blogger.